Lewati ke konten
Jumat, 30 Oktober 2026

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dorong penguatan standar keselamatan atlet porprov 2026

Admin

Admin

30 Oktober 2026, 19:09 WIB 4 menit baca

Bagikan:
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dorong penguatan standar keselamatan atlet porprov 2026
Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi Jangkar Jateng)

SEMARANG,30/10/2026.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jateng dan Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jateng 2026 memperkuat evaluasi penyelenggaraan, khususnya terkait prosedur keselamatan dan penanganan medis atlet. Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas sejumlah insiden selama pertandingan sekaligus memastikan keselamatan atlet menjadi prioritas dalam setiap cabang olahraga (cabor).

Sekretaris Umum KONI Jawa Tengah, Budi Santoso, mengatakan evaluasi dilakukan bersama PB Porprov, technical delegate, dan pengurus cabor pada Rabu (28/10/2026) malam. Pembahasan mencakup penerapan standar operasional prosedur (SOP), kesiapan perangkat pertandingan, serta koordinasi penanganan kondisi darurat di arena.

Evaluasi tersebut dilakukan menyusul tiga insiden yang terjadi pada cabor selam dan pencak silat. Dari dua insiden pada cabor pencak silat, satu atlet meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit, sedangkan satu atlet lainnya mengalami kejang setelah mengalami benturan di bagian kepala dan kini dilaporkan menunjukkan perkembangan kondisi yang positif.

Budi menjelaskan, setiap cabor memiliki SOP yang mengacu pada ketentuan pengurus besar masing-masing. Namun, penerapannya perlu tetap memperhatikan aspek keselamatan, terutama dalam merespons kondisi atlet yang membutuhkan pertolongan medis.

“Keselamatan atlet itu diutamakan. Wasit dan juri yang menentukan penghentian pertandingan harus sesuai prosedur, tetapi aspek keselamatan atlet menjadi prioritas bagi kami di PB Porprov (Jateng),” ujarnya dalam konferensi pers di Kota Semarang, Kamis (29/10/2026).

Ia menambahkan, evaluasi juga diarahkan pada penguatan koordinasi antara wasit, ofisial, dan tim medis, termasuk dalam menentukan langkah penanganan ketika atlet mengalami kondisi darurat. Dalam situasi yang membutuhkan pertolongan segera, aspek keselamatan harus menjadi pertimbangan utama tanpa mengabaikan ketentuan pertandingan yang berlaku.

Hasil evaluasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan rekomendasi bagi pengurus cabor di tingkat pusat maupun daerah, khususnya apabila terdapat ketentuan yang perlu diperkuat untuk mendukung penanganan keselamatan atlet.

Terkait kondisi atlet pencak silat yang mengalami kejang, Budi menyampaikan bahwa atlet tersebut menunjukkan perkembangan positif setelah mendapatkan penanganan di RS Primaya.

“Perkembangan fisik, kondisi, reaksi, dan sebagainya sudah baik. Bahkan, sudah bisa berkomunikasi dengan kita juga,” katanya.

Ketua Seksi Kesehatan PB Porprov, dr. Elhamangto Zuhdan, menjelaskan bahwa atlet tersebut telah mendapatkan penanganan medis, meliputi pemeriksaan durasi kejang, respons pupil, tingkat kesadaran, serta pemeriksaan lanjutan di rumah sakit.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang disampaikan tim medis, saat itu tidak ditemukan gangguan yang membahayakan. Kondisi atlet juga dilaporkan terus menunjukkan perkembangan positif.

Ia menambahkan, hingga Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, tim medis Porprov telah menangani sekitar 175 kasus kesehatan. Sebanyak 22 kasus di antaranya dirujuk ke rumah sakit, sedangkan kasus lainnya ditangani di lokasi pertandingan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Tengah, Aria Chandra, mengatakan Pemprov Jateng telah meminta klarifikasi atas insiden yang terjadi serta mendorong evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan pertandingan. Upaya tersebut juga disertai pemenuhan kebutuhan tambahan tenaga medis dan ambulans yang diajukan sejumlah cabor.

“Artinya, kejadian ini tidak boleh terulang pada masa yang akan datang,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, menyampaikan duka cita atas meninggalnya atlet pencak silat asal Kota Semarang yang disebutnya memiliki prestasi di tingkat nasional.

Ia mengatakan, pihaknya menghormati proses pemeriksaan yang sedang berlangsung dan meminta semua pihak tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian. Menurutnya, evaluasi perlu mencakup kesiapan wasit, ofisial, dan tim medis dalam merespons kondisi darurat.

“Sekali lagi, ini bukan menyalahkan siapa-siapa. Wasit-wasit itu harus kita bekali lagi dengan pengetahuan tentang penanganan pertama dan safety first (keselamatan menjadi hal utama), agar atlet-atlet bisa aman,” ujarnya.

Arnaz menegaskan, penyelenggaraan olahraga tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga harus memperhatikan keselamatan dan masa depan atlet.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan bahwa penyelenggara telah melakukan sejumlah persiapan sebelum pertandingan, termasuk memastikan atlet terdaftar dalam perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa aspek keselamatan tetap perlu dievaluasi dan diperkuat.

“Ini menjadi evaluasi kami untuk memastikan keselamatan atlet benar-benar dijaga,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Di tengah pelaksanaan evaluasi, Porprov XVII Jateng 2026 tetap berlangsung sesuai jadwal. Hingga Kamis (29/10/2026) siang, pertandingan pada 23 cabang olahraga telah selesai.

Penutupan Porprov XVII Jateng 2026 dijadwalkan berlangsung pada hari ini,Jumat (30/10/2026) pukul 19.00 WIB di Kabupaten Kendal.

Sumber : Humas Jateng

Bagikan artikel ini

Bantu sebarkan informasi penting kepada warga lainnya.

Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Jangkar Jateng yang meliput berita dan peristiwa dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * wajib diisi.

Berita Terkait

Lihat Semua