Dalam setiap peristiwa bencana, relawan hadir sebagai sosok penting yang tidak hanya membantu korban, tetapi juga berperan aktif dalam seluruh tahapan penanggulangan bencana—mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan.
Pasukan Tanggap Bencana Jawa Tengah atau disingkat PASGANA JATENG adalah individu atau kelompok relawan yang memiliki kepedulian sosial serta kemampuan khusus untuk secara sukarela, ikhlas, dan profesional terlibat dalam upaya penanggulangan bencana. Diinisiasi dan dimotori oleh mas Arif Gonteng, PASGANA JATENG sudah terlibat aktif dalam kegiatan penanganan karhutla gunung sumbing dan gunung lawu pekan lalu bersama Gubernur Jawa Tengah,Keberadaan mereka diatur secara resmi dalam Peraturan Kepala BNPB Nomor 17 Tahun 2011 tentang Pedoman Relawan Penanggulangan Bencana.


Beberapa tujuan spesifik dari kegiatan PASGANA JATENG meliputi :
• Mempercepat evakuasi dan pertolongan: Membantu menyelamatkan warga yang terdampak, mencari korban hilang, dan memberikan pertolongan pertama secara cepat.
• Meringankan beban korban: Mengumpulkan serta menyalurkan bantuan berupa makanan, pakaian, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya.
• Memperkuat solidaritas dan kebersamaan: Memupuk rasa empati, kepedulian sosial, serta persatuan antarwarga di tengah situasi yang sulit.
• Mendukung proses pemulihan (pascabencana): Bergotong royong membersihkan puing-puing, memperbaiki fasilitas umum yang rusak, dan membangun kembali lingkungan yang terdampak.

Menjadi Relawan adalah Pilihan Mulia,Relawan adalah pilar kemanusiaan yang bekerja tanpa pamrih, dengan keberanian dan kepedulian sebagai senjatanya. Menjadi relawan berarti siap mengabdi kepada masyarakat, membantu sesama dalam kondisi paling sulit, dan menjadi agen perubahan untuk menciptakan lingkungan yang lebih tangguh terhadap bencana.
Komentar (0)