JAKARTA – PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) Persero terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan investasi dan pengembangan kawasan industri sebagai salah satu motor penggerak perekonomian nasional, khususnya di Provinsi Jawa Tengah.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama PT KIW (Persero), Rezza Arief Budy Artha, saat hadir sebagai panelis dalam kegiatan Market Sounding (Forum Expose) Pengembangan Investasi di Kawasan Ekonomi sebagai Lokasi Strategis yang diselenggarakan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Selasa (27/10/2026), di Jakarta.
Dalam sesi panel bertajuk “Peran Kawasan Industri Wijayakusuma dalam Mendorong Investasi Padat Karya di Provinsi Jawa Tengah”, KIW menyoroti pentingnya kesiapan kawasan industri dalam menciptakan ekosistem investasi yang kompetitif, produktif, dan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sejumlah aspek strategis menjadi perhatian, mulai dari ketersediaan lahan industri, akses terhadap tenaga kerja, pengembangan keterampilan melalui pelatihan, konektivitas logistik, hingga penyediaan fasilitas pendukung bagi pekerja. Selain itu, komitmen perusahaan dalam menyerap tenaga kerja lokal juga menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Direktur Utama PT KIW (Persero), Rezza Arief Budy Artha, menegaskan bahwa pengembangan kawasan industri tidak cukup hanya berorientasi pada penyediaan lahan bagi investor. Lebih dari itu, kawasan industri harus mampu menjadi penggerak aktivitas ekonomi yang memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Kawasan industri harus mampu menjadi penghubung antara peluang investasi dan kebutuhan pembangunan daerah. Karena itu, kesiapan lahan, ketersediaan tenaga kerja yang kompeten, dukungan infrastruktur, serta konektivitas logistik menjadi faktor penting untuk menarik investasi yang berkualitas. Kami ingin investasi yang masuk tidak hanya mendorong pertumbuhan industri, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Tengah,” ujar Rezza Arief Budy Artha.
Menurutnya, investasi padat karya memiliki peran strategis dalam memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan produktivitas masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan sinergi antara pengelola kawasan industri, pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, serta pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan kesesuaian antara kebutuhan industri dan kompetensi tenaga kerja yang tersedia. Dengan demikian, masyarakat di sekitar kawasan industri dapat memperoleh kesempatan lebih besar untuk terlibat secara langsung dalam pertumbuhan ekonomi daerah.
Partisipasi KIW dalam forum yang diselenggarakan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM ini sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat posisi Kawasan Industri Wijayakusuma sebagai lokasi strategis bagi pengembangan investasi di Jawa Tengah.
Melalui pengembangan kawasan industri yang terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan investor, KIW berkomitmen mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif, peningkatan daya saing industri, serta perluasan kesempatan kerja.
Ke depan, penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, dan pelaku usaha diharapkan dapat mempercepat realisasi investasi yang produktif dan berkelanjutan.
Dengan demikian, kawasan industri tidak hanya menjadi pusat kegiatan ekonomi, tetapi juga berperan sebagai salah satu pilar pembangunan daerah yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah secara inklusif dan berkesinambungan.
Tentang PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) Persero
PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) Persero merupakan perusahaan pengelola kawasan industri yang berperan dalam mendukung pengembangan investasi, pertumbuhan sektor industri, dan penciptaan lapangan kerja. Melalui pengembangan kawasan industri yang kompetitif dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, KIW turut mendukung upaya peningkatan daya saing ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di Jawa Tengah.
Komentar (0)