SEMARANG – Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Jawa Tengah terus menunjukkan komitmen dan konsistensinya dalam mengembangkan olahraga tenis meja di Jawa Tengah. Sepanjang tahun 2026, PTMSI Jawa Tengah mencatatkan sejumlah capaian positif melalui keberhasilan penyelenggaraan berbagai agenda olahraga, mulai dari POPDA, PORPROV, kontribusi atlet dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas), hingga persiapan menghadapi PORPROV KORPRI Jawa Tengah 2026.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti keseriusan PTMSI Jawa Tengah dalam membangun ekosistem olahraga tenis meja yang berkelanjutan, baik dari sisi pembinaan atlet usia dini, peningkatan kualitas kompetisi, maupun pengembangan potensi atlet di berbagai kelompok dan kategori.
Setelah sukses berkontribusi dalam penyelenggaraan POPDA dan PORPROV Jawa Tengah 2026, PTMSI Jateng juga terus mendorong atlet-atlet terbaiknya untuk bersaing di tingkat nasional melalui Kejurnas. Bahkan, kontingen tenis meja Jawa Tengah berhasil menunjukkan prestasi dengan mengumpulkan tiga medali, masing-masing satu emas, satu perak, dan satu perunggu.
Capaian tersebut semakin memperkuat optimisme bahwa pembinaan tenis meja di Jawa Tengah berjalan pada jalur yang positif dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi serta kompetitif di tingkat nasional.
Kini, agenda olahraga berlanjut melalui penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi Korps Pegawai Republik Indonesia (PORPROV KORPRI) Jawa Tengah 2026, yang akan mempertandingkan cabang olahraga tenis meja pada 17–19 November 2026 di Udinus Satria Sport Center.
Dalam ajang tersebut, sejumlah kategori akan dipertandingkan, meliputi tunggal umum putra, tunggal eksekutif putra, ganda eksekutif putra, ganda umum putra, tunggal umum putri, dan ganda umum putri.
PORPROV KORPRI 2026 diharapkan menjadi momentum untuk semakin memasyarakatkan olahraga tenis meja di lingkungan aparatur sipil negara (ASN), sekaligus mempererat silaturahmi, sportivitas, dan kebersamaan antarkabupaten/kota serta instansi di Jawa Tengah.
Ketua Umum PTMSI Jawa Tengah, Brigjen Pol (Purn) Lukas Ary Dwiko Utomo, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan dan capaian sepanjang 2026 merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk membangun prestasi tenis meja Jawa Tengah secara menyeluruh.
Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi olahraga tidak hanya diukur dari banyaknya kejuaraan yang diselenggarakan, tetapi juga dari kualitas pembinaan, peningkatan prestasi atlet, serta kemampuan menghadirkan kompetisi yang berkualitas dan berkesinambungan.
“Alhamdulillah, sepanjang tahun 2026 PTMSI Jawa Tengah telah melalui berbagai agenda penting. Mulai dari POPDA, PORPROV, kontribusi atlet dalam Kejurnas, hingga saat ini kita melanjutkan agenda melalui PORPROV KORPRI 2026. Ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk terus menghidupkan dan mengembangkan olahraga tenis meja di Jawa Tengah,” ungkap Lukas.
Ia menegaskan, PTMSI Jawa Tengah tidak ingin pembinaan tenis meja hanya berorientasi pada kegiatan kompetisi sesaat. Lebih dari itu, organisasi harus mampu menciptakan sistem pembinaan yang berjenjang, mulai dari usia dini, kelompok pelajar, atlet daerah, hingga atlet yang mampu membawa nama Jawa Tengah di tingkat nasional.
“Prestasi harus dibangun melalui proses. Kita membutuhkan kompetisi yang rutin, pembinaan yang terarah, pelatih yang berkualitas, serta dukungan seluruh pengurus PTMSI di kabupaten dan kota. Saya berharap capaian yang sudah diraih menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi ke depan,” tambahnya.
Terkait PORPROV KORPRI 2026, Lukas mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kejuaraan tersebut bukan sekadar ajang mencari kemenangan, melainkan juga sebagai sarana memperkuat persaudaraan, kebugaran, dan semangat sportivitas di lingkungan KORPRI.
“Kami berharap PORPROV KORPRI 2026 dapat berlangsung sukses, tertib, dan menjunjung tinggi sportivitas. Jadikan olahraga sebagai bagian dari budaya hidup sehat sekaligus sarana mempererat persatuan. PTMSI Jawa Tengah siap memberikan dukungan agar penyelenggaraan tenis meja berjalan dengan baik dan berkualitas,” tegasnya.
Dengan rangkaian capaian tersebut, PTMSI Jawa Tengah optimistis pengembangan tenis meja di wilayah Jawa Tengah akan semakin maju. Sinergi antara pengurus provinsi, pengurus kabupaten/kota, pemerintah daerah, pelatih, atlet, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi modal penting untuk mewujudkan Jawa Tengah sebagai salah satu kekuatan tenis meja nasional.
Dari pembinaan menuju prestasi, dari kompetisi daerah hingga panggung nasional. PTMSI Jawa Tengah terus bergerak, berkolaborasi, dan berprestasi.
Komentar (0)